Bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan skripsi atau tesis, ada peluang besar yang sering terlewatkan: mengubah karya tulis ilmiah tersebut menjadi artikel jurnal yang bisa dipublikasikan.
Selain memenuhi syarat kelulusan, publikasi dari skripsi atau tesis juga membangun portofolio akademik yang kuat sejak dini.
Namun proses konversi ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada banyak perbedaan antara format skripsi dan format jurnal ilmiah yang harus dipahami agar artikel yang dihasilkan benar-benar layak publish bukan sekadar ringkasan skripsi yang dipotong.
Perbedaan Mendasar Skripsi dan Artikel Jurnal
Sebelum mulai mengonversi, penting untuk memahami bahwa skripsi dan artikel jurnal adalah dua format yang sangat berbeda:
| Aspek | Skripsi/Tesis | Artikel Jurnal |
|---|---|---|
| Panjang | 60–200+ halaman | 5–15 halaman |
| Tujuan | Membuktikan kompetensi mahasiswa | Menyebarluaskan temuan baru |
| Pembaca | Dosen pembimbing & penguji | Komunitas akademik global |
| Bahasa | Formal, deskriptif | Padat, akademis, langsung |
| Referensi | Bisa sangat banyak | Selektif dan relevan |
Memahami perbedaan ini adalah kunci agar proses konversi menghasilkan artikel yang benar-benar berkualitas dan siap dinilai reviewer jurnal.
Langkah-langkah Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Jurnal
Langkah 1: Identifikasi Temuan Utama
Dari sekian banyak isi skripsimu, apa temuan paling penting dan paling baru? Fokus pada satu kontribusi utama jangan mencoba memasukkan semua isi skripsi ke dalam satu artikel.
Langkah 2: Tulis Ulang — Bukan Potong-Tempel
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan mahasiswa adalah hanya memotong bagian-bagian skripsi lalu menggabungkannya. Artikel jurnal harus ditulis ulang dari awal dengan gaya penulisan yang berbeda — lebih padat, langsung ke inti, dan berorientasi pada kontribusi ilmiah.
Untuk panduan lebih lengkap tentang tips untuk mengubah skripsi menjadi jurnal termasuk bagian mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa dihapus, ada panduan praktis yang bisa kamu jadikan acuan.
Langkah 3: Padatkan Bagian Tinjauan Pustaka
Di skripsi, tinjauan pustaka bisa sangat panjang. Di artikel jurnal, cukup sajikan literatur yang langsung relevan dengan research gap yang kamu isi. Maksimal 20–30% dari total kata artikel.
Langkah 4: Pertegas Metodologi
Bagian metode di artikel jurnal harus cukup detail untuk bisa direplikasi, namun tetap ringkas. Hindari menjelaskan hal-hal yang sudah sangat umum diketahui dalam bidang ilmu tersebut.
Langkah 5: Pisahkan Hasil dan Pembahasan
Beberapa jurnal meminta hasil dan pembahasan digabung, beberapa meminta dipisah. Ikuti format yang diminta jurnal target. Pastikan pembahasan tidak hanya mengulangi hasil, tetapi benar-benar menginterpretasikan temuan dalam konteks literatur yang lebih luas.
Langkah 6: Tulis Kesimpulan yang Kuat
Kesimpulan bukan ringkasan — tapi jawaban tegas atas pertanyaan penelitian yang diajukan di awal. Tambahkan implikasi praktis dan saran penelitian lanjutan.
Memilih Jurnal yang Tepat untuk Artikel Konversi
Setelah artikelmu siap, langkah berikutnya adalah memilih jurnal yang tepat. Pertimbangkan:
- Scope jurnal — apakah topikmu sesuai?
- Peringkat jurnal — SINTA berapa atau indeksasi apa?
- Waktu review — apakah sesuai deadlinemu?
- Biaya APC — apakah sesuai anggaranmu?
Untuk memilih jurnal yang sesuai, pelajari panduan cara efektif memilih jurnal ilmiah yang membahas kriteria pemilihan jurnal secara sistematis agar naskahmu tidak salah kirim.
Review Jurnal: Apa yang Dicari Reviewer?
Memahami perspektif reviewer sangat membantu dalam mempersiapkan artikel. Secara umum, reviewer menilai:
- Orisinalitas — apakah ada kontribusi baru?
- Metodologi — apakah valid dan sesuai?
- Hasil — apakah data mendukung kesimpulan?
- Referensi — apakah mutakhir dan relevan?
- Penulisan — apakah jelas dan mudah dipahami?
Untuk memahami lebih dalam tentang proses ini, pelajari cara mereview jurnal — dengan memahami cara kerja reviewer, kamu bisa mempersiapkan artikel dari sudut pandang yang tepat.
Etika Publikasi yang Wajib Diperhatikan
Satu hal yang sering diabaikan: etika publikasi. Beberapa poin penting:
- Jangan submit ke dua jurnal sekaligus — ini pelanggaran serius
- Cantumkan semua author yang berkontribusi — jangan ada yang dihilangkan atau ditambahkan sembarangan
- Minta izin pembimbing — jika skripsi melibatkan pembimbing, diskusikan dulu sebelum submit
- Nyatakan konflik kepentingan — jika ada hubungan finansial atau personal dengan topik penelitian
Untuk pemahaman lebih mendalam tentang etika publikasi jurnal ilmiah yang wajib diketahui setiap akademisi sebelum submit, bacaan ini sangat direkomendasikan.
Kesimpulan
Mengubah skripsi atau tesis menjadi artikel jurnal adalah langkah cerdas yang sayang untuk dilewatkan. Dengan strategi yang tepat, kerja keras selama bertahun-tahun bisa menghasilkan publikasi yang bermanfaat bagi komunitas akademik lebih luas.
Kunjungi internationaljournallabs.com untuk panduan publikasi jurnal terlengkap dan layanan pendampingan dari para ahli yang siap membantu artikelmu dari draft hingga terbit.





