Jurnal

Mengenal Fast Track Jurnal

Mengenal Fast Track Jurnal

Istilah fast track jurnal semakin sering muncul dalam pencarian penulis akademik, terutama mereka yang dikejar tenggat waktu kelulusan, sidang, atau kenaikan jabatan fungsional. Namun tidak semua orang memahami arti sebenarnya dari istilah ini, dan tidak sedikit yang keliru menganggapnya sebagai jalan pintas untuk melewati proses ilmiah yang seharusnya.

Pengertian Fast Track Jurnal

Secara umum, fast track jurnal merujuk pada mekanisme percepatan proses penerbitan artikel ilmiah dibandingkan alur normal. Istilah ini awalnya dipakai oleh sejumlah jurnal resmi untuk naskah yang memang layak dipercepat, misalnya penelitian dengan urgensi tinggi seperti temuan kesehatan masyarakat atau riset yang sangat relevan dengan isu terkini. Percepatan tersebut tetap berjalan melalui proses editorial dan peer review, hanya saja antreannya diprioritaskan.

Sayangnya, di luar konteks resminya, istilah fast track kemudian banyak dipakai secara bebas oleh sebagian pihak sebagai daya tarik pemasaran, seolah proses ilmiah bisa dipercepat tanpa melalui tahapan review yang semestinya. Penulis perlu berhati hati membedakan antara percepatan yang sah secara editorial dengan klaim percepatan yang sekadar strategi penjualan.

Proses Fast Track Jurnal secara Umum

Pada jurnal yang benar benar memiliki kebijakan fast track resmi, prosesnya tetap mengikuti tahapan ilmiah standar namun dengan durasi yang dipersingkat pada beberapa titik. Naskah tetap diserahkan melalui sistem submission resmi, kemudian editor melakukan penilaian awal untuk memastikan kesesuaian topik dan kelengkapan format.

Setelah lolos penilaian awal, naskah diarahkan ke reviewer dengan prioritas waktu tinjauan yang lebih singkat dibandingkan naskah reguler. Penulis tetap diminta melakukan revisi apabila reviewer memberikan catatan, sebelum akhirnya editor mengambil keputusan akhir. Perbedaan utamanya hanya terletak pada kecepatan alokasi reviewer dan prioritas antrean, bukan pada dihilangkannya tahapan review itu sendiri.

Contoh Penerapan Fast Track Jurnal

Beberapa jurnal internasional dan nasional memiliki jalur khusus yang secara resmi disebut rapid review, expedited review, atau fast track submission, biasanya tercantum jelas di halaman panduan penulis pada situs resmi jurnal tersebut. Kebijakan ini umumnya terbuka untuk semua penulis yang memenuhi syarat tertentu, bukan hanya ditawarkan secara personal melalui pihak ketiga.

Sebaliknya, apabila ada pihak yang menjanjikan naskah pasti terbit dalam waktu sangat singkat tanpa proses review yang jelas, hal tersebut patut dicurigai sebagai praktik yang tidak sesuai kaidah akademik, bahkan berpotensi mengarah pada jurnal predator.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum memutuskan menggunakan jalur percepatan apa pun, penulis sebaiknya memverifikasi kebijakan fast track tersebut langsung melalui situs resmi jurnal, bukan hanya berdasarkan klaim dari pihak yang menawarkan jasa. Memastikan jurnal terindeks resmi dan memiliki proses editorial yang transparan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kecepatan terbit.

Kesimpulan

Fast track jurnal pada dasarnya adalah mekanisme percepatan proses editorial yang sah apabila diterapkan langsung oleh pengelola jurnal resmi, bukan jaminan terbit instan tanpa melalui review ilmiah. Penulis yang membutuhkan pendampingan naskah tetap disarankan mencari layanan dengan proses yang transparan dan sesuai kaidah akademik, agar kualitas dan keabsahan publikasi tetap terjaga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.