Proses submit jurnal sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti pemula.
Banyak naskah yang sebenarnya memiliki potensi di terima, namun terhambat karena kesalahan teknis, administratif, atau ketidaksesuaian format.
Memahami kesalahan umum saat submit jurnal membantu penulis meningkatkan peluang lolos review dan mempercepat proses publikasi.
1. Tidak Memahami Scope dan Fokus Jurnal
Kesalahan paling sering terjadi adalah mengirimkan artikel ke jurnal yang tidak relevan dengan topik penelitian.
Editor biasanya langsung menolak naskah tanpa masuk ke proses review.
Penulis perlu membaca aims & scope secara menyeluruh sebelum memilih jurnal.
Mengapa Ini Terjadi?
Banyak peneliti terburu-buru ingin publikasi sehingga memilih jurnal hanya berdasarkan popularitas atau indeksasi.
Contoh kasus di lapangan menunjukkan bahwa naskah bidang kesehatan sering masuk ke jurnal manajemen, sehingga langsung di tolak pada desk evaluation.
2. Format Artikel Tidak Sesuai Template
Setiap jurnal memiliki aturan format yang ketat, seperti struktur IMRaD, gaya sitasi, margin, dan aturan tabel/gambar.
Ketidaksesuaian format membuat editor menilai penulis kurang profesional.
Kesalahan kecil seperti perbedaan gaya referensi dapat memperlambat proses editorial.
3. Sitasi Dan Daftar Pustaka Bermasalah
Masalah umum meliputi sitasi yang tidak lengkap, referensi tidak terbaru, atau penggunaan sumber tidak kredibel.
Editor sering mengeluhkan referensi yang di ambil dari blog, Wikipedia, atau artikel tanpa DOI.
Idealnya, referensi minimal 80% berasal dari jurnal 5–10 tahun terakhir.
4. Menggunakan Bahasa yang Tidak Akademik
Banyak naskah di tolak karena gaya penulisan tidak konsisten, terlalu informal, atau tata bahasanya lemah.
Penggunaan bahasa akademik sangat penting untuk meningkatkan kejelasan dan kredibilitas penelitian.
Insight Lapangan
Editor jurnal internasional menyatakan bahwa bahasa yang lemah sering kali lebih menghambat daripada kurangnya kebaruan.
Bahkan artikel bagus bisa di tolak jika tidak memenuhi standar akademik.
5. Data dan Metodologi Tidak Dijelaskan Dengan Jelas
Metodologi yang tidak lengkap membuat reviewer meragukan validitas penelitian.
Kesalahan umum termasuk tidak menjelaskan teknik sampling, jumlah responden, instrumen, atau analisis statistik secara detail.
6. File Tambahan Tidak di Upload
Banyak jurnal mensyaratkan file tambahan seperti ethical clearance, plagiarism check, cover letter, dan data mentah.
Tidak mengunggah seluruh dokumen menyebabkan pengajuan di tolak secara administratif.
7. Plagiarisme dan Similarity Index Tinggi
Masalah plagiarisme sering muncul akibat paraphrasing yang tidak tepat atau penggunaan kalimat langsung tanpa sitasi.
Sebagian jurnal mensyaratkan similarity < 20%, sehingga melebihi batas dapat langsung memicu penolakan.
Contoh Kasus
Di pengalaman pendampingan, beberapa penulis lupa memeriksa similarity sebelum submit dan baru menyadari setelah di tolak.
Menggunakan perangkat cek plagiarisme sebelum submit sangat di sarankan.
8. Menyertakan Informasi Identitas dalam Manuscript (Untuk Double-Blind Review)
Pada jurnal yang menggunakan sistem double-blind review, naskah harus anonim.
Kesalahan umum meliputi nama penulis tertinggal di heading, metadata file, atau pada daftar pustaka self-citation.
9. Tidak Membaca Author Guidelines
Banyak penulis langsung mengupload naskah tanpa membaca panduan lengkap.
Padahal, author guidelines berisi aturan vital seperti struktur, biaya, format file, hingga kebijakan etika penulisan.
Mengabaikan bagian ini meningkatkan risiko desk reject.
10. Terburu-buru Saat Submit
Keinginan cepat publish sering membuat penulis melewati tahapan pengecekan akhir. Padahal, submit jurnal adalah proses yang memerlukan verifikasi detail.
Melakukan quality control sebelum submit meningkatkan peluang di terima.
Relevansi dengan Praktik Publikasi
Dalam berbagai pengalaman editorial, naskah yang di siapkan dengan tenang dan teliti cenderung lebih mudah lolos.
Peneliti berpengalaman biasanya melakukan pengecekan final checklist sebelum submit.
Cara Menghindari Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal
Memahami kesalahan saja tidak cukup; langkah pencegahan di perlukan agar proses berjalan lancar.
Penulis perlu melakukan studi awal jurnal, menyiapkan naskah sesuai template, serta memastikan seluruh dokumen pendukung terunggah dengan benar.
Penggunaan layanan pendampingan profesional seperti Publish Jurnal dapat membantu meningkatkan kualitas naskah sebelum masuk ke proses peer review.
Internal link seperti materi dan pelatihan penulisan akademik di Poltek SCI Education dapat mendukung peningkatan kompetensi penulis dalam jangka panjang.
Contoh Praktik Lapangan
Dalam proses pendampingan publikasi, beberapa kesalahan terlihat berulang pada penulis pemula.
Misalnya, mahasiswa sering mengupload file versi draft sehingga editor menemukan banyak catatan yang seharusnya belum masuk tahap submit.
Dosen pemula juga kadang memilih jurnal yang terlalu tinggi tingkat kesulitannya, sehingga naskah terjebak di review loop yang panjang.
Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa menyesuaikan kualitas riset dengan reputasi jurnal sangat membantu mempercepat publikasi.
Contoh lain, banyak penulis tidak menyiapkan cover letter yang jelas.
Padahal, cover letter yang baik mampu menjelaskan kontribusi dan relevansi penelitian secara ringkas kepada editor.
Hal-hal kecil seperti ini sering menentukan keputusan awal editorial.
Kesimpulan
Memahami kesalahan umum saat submit jurnal adalah langkah penting untuk meningkatkan peluang di terima.
Penulis perlu memperhatikan kesesuaian scope, format, kualitas bahasa, serta kelengkapan dokumen pendukung.
Dengan mengikuti panduan editorial dan menyiapkan naskah secara teliti, proses publikasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Kesadaran terhadap kesalahan umum saat submit jurnal membantu penulis menjadi lebih siap dan kompetitif dalam dunia akademik.
FAQ
1. Apa penyebab utama naskah langsung di tolak tanpa review?
Penolakan awal biasanya terjadi karena ketidaksesuaian dengan scope jurnal, format tidak sesuai template, atau kelengkapan dokumen yang tidak terpenuhi. Editor melakukan seleksi cepat sebelum naskah dikirim ke reviewer.
2. Apakah similarity index yang tinggi pasti membuat naskah di tolak?
Sebagian besar jurnal menerapkan batas similarity tertentu. Jika melebihi ambang batas, naskah sering langsung di tolak. Penulis perlu melakukan pengecekan sebelum submit untuk menghindari masalah etika.
3. Apa peran cover letter saat submit jurnal?
Cover letter berfungsi memperkenalkan penelitian kepada editor, menjelaskan kebaruan, dan menunjukkan relevansi dengan jurnal. Surat yang baik dapat meningkatkan peluang naskah memasuki tahap review.





